Ade Nanda Felicia

Dampak Pernikahan Usia Remaja terhadap
Bonus Demografi

Disusun Oleh :
Ade Nanda Felicia - 1713034029

Dosen Pengampu :
Dr. Trisnaningsih, M.Si.





Indonesia memiliki penduduk kurang lebih 264 juta pada tahun 2017, dimana kebanyakan penduduknya saat ini telah memasuki usia produktif. Usia produktif yang dimaksud adalah penduduk yang berusia 15 – 64 tahun yang masih aktif bekerja atau memiliki penghasilan.

Dapat dikatakan bahwa Indonesia telah memasuki bonus demografi. Apa itu bonus demografi? Bonus demografi itu sendiri adalah keuntungan ekonomi yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil proses penurunan fertilitas jangka panjang.

Lalu apakah Indonesia telah siap menerima bonus demografi?

Tidak, mengapa ? Karena seperti yang kita sendiri lihat, dimana – mana di Indonesia adasaja remaja yang baru lulus SMA bahkan SMP sudah menikah. Hal ini merupakan salah satu masalah yang tidak boleh dianggap remeh oleh para orangtua dan para remaja lain. Karena setelah menikah, itu artinya mereka telah memiliki keluarga dan kehidupan yang baru dimana si remaja tersebut bukan lagi beban tanggungan orangtuanya. Tapi, faktanya banyak yang menikah pada usia remaja dan belum memliki kesiapan baik secara mental maupun materi (pendapatan).

Mental yang dimaksud adalah kesiapan remaja tersebut untuk berumah tangga dan siap untuk menanggung beban kehidupan keluarganya, dan secara materi adalah apakah remaja tersebut mampu untuk menghidupi keluarganya. Sudahkah remaja tersebut memiliki penghasilan yang cukup.

Faktor yang mempengaruhi pernikahan muda bisa saja karena faktor ekonomi dan kurangnya pengetahuan tentang dampak dari pernikahan pada usia remaja yang belum ada persiapannya atau bisa saja karena sang remaja mengalami kecelakaan dengan pasangannya. Hal – hal seperti inilah yang harus diwaspadai oleh para orangtua.

Lalu bagaimana cara untuk mengurangi jumlah remaja untuk menikah muda?

Hal yang bisa kita lakukan salah satunya dengan bersekolah atau berkuliah, kita dapat menunda untuk menikah muda. seorang wanita atau pria yang memiliki riwayat pendidikan yang baik bahkan sampai menjadi seorang sarjana, dan mendapatkan pekerjaan yang layak dengan penghasilan yang mencukupi. Akanlah lebih siap untuk menikah dan menanggung beban keluarganya.

Menikah bukanlah hanya sekedar hidup dengan pasangan saja, tetapi juga tentang menjalankan kehidupan pernikahan hingga seterusnya atau bahkan selamanya. Persiapkan diri itu perlu baik secara mental maupun materinya.

Dengan begitu para remaja yang telah menyiapkan masa depannya dengan bersekolah hingga mampu berpenghasilan cukup akan mampu untuk menghadapi bonus demografi.
Tapi menikah muda itu juga tidaklah salah apabila telah menyiapkan dirinya.



Terima kasih sebelumnya yang sudah mau membacanya, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

DAFTAR PUSTAKA  

Trisnaningsih. 2016. Demografi Edisi 2016. Media Akademi. Yogyakarta.
BKKBN. Policy Brief 2018

Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Komen apa ya pokok nya keren dah

    ReplyDelete
  3. makasih, cukup memberikan informasi.

    ReplyDelete
  4. materi yg di sajikan baik, memang pernikahan pada usia dini harus menjadi perhatian pemerintah agar dapat memanfaatkan bonus demografi๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  5. Materinya terpampang dengan baik, jadi tambah ngerti. Makasih kak :)

    ReplyDelete
  6. Jangan buru-buru menikah. Nikmatilah masa remaja mu.

    ReplyDelete
  7. Yang namanya menikah tuh ya harus ada planning yang kuat dong dan harus Mateng baik dari mental maupun usia. ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  8. Perlu banget nih pengetahuannya thanks gan

    ReplyDelete
  9. Wahhh semangat kalo soal nikah, makasih ya kak

    ReplyDelete

Post a Comment